Telp : (0370) 623375

WORKSHOPING STRATEGI PEMBELAJARAN KARAKTER MODEL SEKOLAH PERJUMPAAN (SP) BAGI GURU MA. AT TAHZIB KEKAIT

Giri Menang – Madrasah Aliyah (MA) At Tahzib Kekait Kecamatan Gunungsari menyelenggarakan workshoping strategi pembelajaran karakter berbasis Sekolah Perjumpaan (SP) diikuti oleh 35 orang guru mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama selama 2 hari bertempat di Lesehan Dapur Selaraparang Kota Mataram dan kegiatan ini bekerjasama dengan Yayasan Waqaf Gelar Hidup (YWGH) dan Kementerian Agama Kab. Lombok Barat.

WhatsApp Image 2021-10-11 at 08.51.42.jpeg

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali para guru dalam menerapkan strategi pendidikan karakter yang disampaikan oleh para praktisi pendidikan, baik dari internal Kementerian Agama Lombok Barat dan universitas islam negeri mataram dan UNRAM., diantaranya:

  1. Prof. Dr. H. M. Taufik, M.Ag (Guru Besar UIN Mataram) dengan materi yang disampaikan “Nilai Manusia dan Hubungan Relasional Perspektif Psikologi dan Religi
  2. Saeful Akhyar, M.Pd (Direktur Sekolah Perjumpaan) dengan materi “Nilai Manusia dan Hubungan Relasional Perspektif Filsafat dan Bahasa.
  3. Dr. Abdul Hamid, S.Pd.I, M.PdI (Pengawas Madrasah Lobar), materi yang disampaikan “Prototyping Lembaga dan Integrasi Model Sekolah Perjumpaan dalam Kurikulum Madrasah.
  4. Dr. Emawati, M.Ag, Visi Handalusia Husni, Zuhairi, Abdul Muiz Tim SP sebagai pendamping proses curah gagasan dan deklarasi bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Barat Dr. H. Jalalussayuthy, SS.,M.Pd menayatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, karena kegaiatan Sekolah Perjumpaan ini merupakan Program Gubernur Nusa Tenggara Barat salah satunya adalah “SEKOLAH PERJUMPAAN”. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat positif diselenggarakan oleh Madrasah kita di Lobar untuk dijadikan salah satu metode pendidikan karakter di madrasah kita, karena di Lombok barat sudah 10 madrasah yang sudah menerapkan model ini”. ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah (MA) At Tahzib mengungkapkan, bahwa “kegiatan ini kami selenggarakan sebagai tindak lanjut setelah kami mengikuti PGD Model SP ini di Hotel Lombok Plaza yang diselenggarakan oleh Balitbang Keagamaan Semarang bulan yang lalu. Dan kami melihat ada harapan model ini cukup optimis kami terapkan akan dapat melengkapi kekurangan yang ada di Madrasah kami terutama metode pendidikan karakter bagi guru-guru kami”. Ungkapnya.

Adapun tindak lanjut dari kegiatan workshoping ini, para peserta bersepakat, berkomitmen untuk:

  1. Belajar mendengarkan dengan tulus dan empati;
  2. Berkomitmen untuk datang tepat waktu di Madrasah;
  3. Berkomitmen untuk melaksanakan tata tertib madrasah;
  4. Berkomitmen untuk membangun komunikasi yang baik dengan semua warga madrasah;
  5. Berkomitmen secara sadar dan sesadar-sadarnya untuk melaksanakan tanggungjawab terhadap semua tugas;
  6. Berkomitmen untuk melaksanakan refleksi 1 kali dalam 2 minggu terhadap proses pembelajaran nilai yang kami laksanakn’
  7. Pengawas Madrasah dan Tim SP berkomitmen untuk terlibat secara penuh dalam proses penerapan SP terutama saat Reflesi.

Red: Abdul Hamid

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya