Telp : (0370) 623375

Sebanyak 100 orang Pengurus IPHI Kecamatan Dilantik

Giri Menang_Inmas-Bertempat di Aula Kantor Bupati di Gerung, Rabu (5/1), Kakan Kemenag Lombok Barat Dr. H. Jalalussayuthy, SS.M.Pd menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lombok Barat periode 2021-2026 bersama Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si dan Asisten I Setda Lobar H.Agus Gunawan.

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Pengurus Daerah IPHI Lombok Barat Nomor 01/S.Kep/PD-IPHI/XII/2021 yang melantik 100 pengurus Kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat.

2.JPG

Ketua IPHI Lombok Barat Dr. Ahyar Padly usai melantik pengurus IPHI mengatakan setelah pengurus kecamatan ini terbentuk diharapkannya ada lagi pengurus ranting di masing-masing desa. Karena menurutnya anggaran dasar pengurus pusat sampai ranting keberadaannya sangat penting,

Tidak hanya untuk mengurus haji tapi calon haji juga diurus termasuk program yang akan dijalankan nantinya oleh pengurus daerah kemudian diteruskan di tingkat kecamatan.

"IPHI sebagai wadah silaturrahim dan pembinaan," kata Ahyar.

Dikatakannya secara struktur IPHI baru terbentuk namun faktanya di masing-masing kecamatan sudah ada yang jalan. Misalnya, di Narmada dan Lingsar ada majelis Taklim IPHI.

Dengan telah terbentuknya IPHI Kabupaten Lombok Barat dan kecamatan ada program IPHI ke depannya yakni membuat Sekretariat dan Klinik IPHI.

"Ini program kerja kami karena menjadi penting untuk kelembagaan IPHI ke depan," sebutnya.

Selain Klinik dan Sekretariat Ahyar juga harapkan setiap kecamatan nantinya ada terbentuk koperasi syariah.

"Di tingkat pusat sudah ada koperasi syariahnya," cetusnya.

Sementara, Bupati H.Fauzan Khalid yang pernah menjabat ketua KPU NTB mengajak para pengurus baru untuk membantu pemerintah memberikan advokasi dan pembinaan kepada calon jamaah haji. Hal ini menurutnya penting, mengingat masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan manasik haji dan saat melaksanakan haji mereka banyak salah cara.

"Tidak pernah sebanding jumlah waktu pelatihan dengan jumlah calon jamaah haji apalagi terkait dengan materi yang disampaikan. Belum jamaah haji di atas 60 tahun ke atas daya ingatnya kurang," tambah Fauzan.

Untuk itu ia berharap IPHI masing-masing kecamatan untuk membuat titik kumpul untuk memberikan pelajaran pengetahuan tentang manasik haji dan protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Jika ini menyebar di banyak tempat maka akan bermanfaat. Jadi jangan saling tunggu, silahkan bergilir melakukan pembinaan dengan banyak praktik karena kondisi masyarakat kita kurang pengetauan," cetusnya.

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya