Telp : (0370) 623375

PEMBINAAN ASN MTS NEGERI 2 LOBAR “MENTAATI KEWAJIBAN MENGHINDARI LARANGAN”

Lombok Barat_Inmas - Pembinaan ASN oleh Kepala Kemenag Lobar yg dilaksanakan Rabu,06 Oktober 2021 di Ruang Multimedia MTsN 2 Lobar. dihadiri oleh Kakan Kemenag Lombok barat Dr. Jalalussayuthy, SS.M.Pd, Kasubbag TU Muliarta,S.Sos, Analis Kepegawaian H.Fahrurrozi,S.Ag bersama Tim dan Pengawas Bina Abdul Hamid, S. Ag, serta KTU MTsN 2 Lobar Jumahir, S.Ag. Peserta yang mengikuti sebanyak 50 ASN lingkup MTs Negeri 2 Lobar dan ASN DPK MTs Negeri 2 Lobar.

Diawali sambutn oleh Kasubbag TU Kemenag Lombo Barat Mularta, S.Sos, menyampaikan beberapa hal yg terkait dengan Kedisiplinan yaitu PP No.94 Tahun 2021 tentang regulasi kehadiran ASN dalam melaksanakan tugas. Bentuk hukuman disiplin itu bervariasi tergantung ringan atau berat kesalahan yang dilakukan oleh ASN yang bersangkutan. Ranahnya yakni terdapat pada setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan ASN yang tidak menaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin ASN, baik dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja.

Tingkat dan jenis hukuman ini ada tiga yakni, ringan, sedang dan berat. Hukuman ringan berupa teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Hukuman sedang berupa pemotongan tukin (tunjangan kinerja) sebesar 25% selama enam bulan, pemotongan tukin 25% selama sembilan bulan dan pemotongan tukin 25% selama 12 bulan. Sedangkan hukuman berat berupa penurunan jabatan satu tingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan dan pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai ASN.

Demikian pula sangsi atau hukuman yang diperoleh ASN ketika membolos kerja (baca: tidak masuk kantor) berjenjang dari ringan, sedang dan berat. Seperti tidak masuk kantor mulai dari 3-10 hari dikenai hukuman ringan, misalnya: 3 hari membolos diberikan teguran lisan, 4-6 hari kerja tidak masuk dikenai teguran tertulis dan 7-10 hari kerja tidak masuk tanpa keterangan yang sah, dijatuhi hukuman tidak puas secara tertulis.

Tidak bekerja antara 16-20 hari dikenai hukuman sedang dengan rincian: 11-13 hari dikenai pemotongan tukin sebesar 25% selama 6 bulan, 14-16 pemotongan tukin 25% selama 9 bulan, dan 17-20 hari dikenai pemotongan tukin selama 12 bulan. Rentang waktu antara 21-28 hari kerja dikenai hukuman berat. Dengan rincian: jika rentang antara 21-24 hari tidak bekerja, maka sanksinya dikenai hukuman penurunan jabatan setingkat lebih rendah dari jabatan sebelumnya selama 12 bulan, rentang waktu antara 25-27 hari dikenai pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan, jika tidak masuk bekerja selama 28 hari atau lebih dikenai hukuman pemberhentian secara hormat tidak atas permintaan sendiri dari ASN. Terakhir, jika tidak bekerja selama 10 hari kerja berturut-turut dikenai pemberhentian sebagai ASN dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai ASN. Adapun tujuan diberlakukan peraturan disiplin ini yakni; (1) menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, (2) mewujudkan ASN yang berintegritas moral, profesional, dan akuntabel serta (3) mendorong ASN untuk lebih produktif berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja dan berintegritas moral. Maksud penjatuhan hukuman disiplin untuk membina ASN yang telah melakukan pelanggaran, agar mempunyai sikap menyesal, berusaha tidak mengulangi dan memperbaiki diri pada masa yang akan datang.

Dalam kesempatan yang sama dalam pembinaannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Lobar Dr.H.Jalalussayuthi,SS.M.Pd menyampaikan lima tugas guru diantaranya : 1. Mengajar 2. Mendidik 3. Membimbing 4. Melatih 5. Mengevaluasi

H. Jalal menambahkan kaitan dengan penyebab pelanggaran disiplin. Seperti Moral/Mental PNS, perlakuan tidak adil, kurangnya kesejahteraan, pola karir yang tidak jelas, manajemen yang kurang baik, lemahnya pengawasan, pelanggaran tidak ditindak tegas, kerisis keteladanan, tidak adanya motivasi dan tidak dipahaminya peraturan sisiplin PNS.

Harapan Presiden RI : Kesamaan Visi seluruh ASN dari pusat hingga daerah, ASN dapat berlari cepat menyonsong perubahan dunia yang cepat, fokus pada pekerjaan dan berorientasi pada hasil, asn harus selalu berubah, ASN yang bekerja berdasarkan data sehingga harapannya pengambilan kebijakan tidak keliru, ASN yang bekerja berdasarkan target yang telah ditentukan oleh pimpinan dan ASN taat azaz disiplin bekerja dan taat aturan yang berlaku. Rabu (06/10/2021)

WhatsApp Image 2021-10-06 at 10.58.17.jpeg

2.JPG

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya