Telp : (0370) 623375

Kakan Kemenag Lobar Buka Tiga Kegiatan Pusaka Sakinah Tingkat KUA (Labuapi, Kediri dan Narmada)

Selasa, 23/11/2021:09.00 wita

Giri Menang_Inmas-Sebanyak Tiga Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Lombok Barat yag berada di Kecamatan Labuapi, Kediri dan Narmada terpilih menjadi pilot project program Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah dari Kementerian Agama (Kemenag).

Untuk diketahui Kegiatan Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) ini merupakan inovasi pelayanan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan kinerja KUA kepada masyarakat untuk mengurangi angka perceraian, keberadaan Pusaka Sakinah ini bertujuan untuk menjadikan KUA tidak hanya menjadi pusat pelayanan pernikahan dan administrasi saja, tetapi juga menjadi fasilitator bagi masyarakat demi tercapainya keluarga yang sakinah. Jadi melalui Pusaka Sakinah ini, masyarakat bisa manfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam keluarganya agar tidak menimbulkan perceraian.

Kakan Kemenag Lobar Dr. H. Jalalussayuthy, SS.,M.Pd, dalam arahan disetiap kegiatan menyampaikan beberapa program yang dilaksanakan dalam Pusaka sakinah: 1. aman ( administrasi manajemen) bagaimana keluarga yang memiliki perencanaan dan bagaimana mengelola keuangan keluarga. 2. Berkah (belajar sampai memiliki kualitas yang baik) bagaimana dalam sebuah pernikahan ada pengalaman- pengalaman hal-hal yang kurang sempurna dalam dalam mengelola atau menjalankan rumah tangga (perlu ada rasa pengertian dan saling percaya). 3. Program lestari (layanan bersama sampai kearah secara kolektif). Selasa (23/11)

H. Jalal menambahkan, untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah warahmah harus saling pengertian dan menghargai, suami istri harus saling menghargai agar tercipta keluarga yang harmonis. Suami istri harus menjadi tauladan dan orang terdepan memberikan contoh bagi anak-anaknya. Itulah namanya keluarga yang sehat dan tangguh, mapan serta bisa menjadi tauladan bagi yang orang lain. Paparnya

“Yang namanyan rumahtangga pasi ada riak-riak kecil, pasti ada gelombang ujian, gejolak namun kita haus ingat itu adalah ujian, sesuatu yang harus kita bisa selesaikan. Dalam membngun rumah tangga paling tiga hal yang harus dilaksanakan : harus terbuka, saling percaya, saling memahami”

Beliao berharap agar semua peserta yang mengiuti kegiatan agar memperhatikan dan menyimak apa yang disampaikan oleh narasumber, sehingga ada bekal ilmu dan pengalaman yang bisa disampaikan kepada keluarga dan kerabat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula masing-masing KUA dan dihadiri oleh dimasing-masing Kepala dan Penghulu. Diikuti oleh 15 pasang suami istri yang usia pernikahan 10 tahun keatas. (K.Ansori)

1.JPG

WhatsApp Image 2021-11-22 at 08.44.04.jpeg

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya