Telp : (0370) 623375

Dr. H. Jalalussayuthy, SS.,M.Pd Hadir Dalam Rakerda IPHI Kota Mataram

Giri Menang_Inmas-Kamis, 25 November 2021, Kakan Kemenag Lombok Barat Dr. H. Jalalussayuthy,SS.,M.Pd, menghadiri Rapat Kerja Daerah IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kota Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kota Mataram dan diikuti oleh seluruh pengurus IPHI Kota Mataram.

Kegiatan ini dibuka oleh TGH. Mujiburrahman Wakil Walikota Mataram dan dihadiri oleh Kakan Kemenag Kota Mataram Drs. H. Muhammad Amin, MM, Ketua IPHI Kota Mataram Prof. Dr. H. M. tajuddin, M.Si dan Sekretaris IPHI Kota Mataram Drs. H. Moh. Hasbah, SH.

Persaudaraan Haji adalah sebutan dari organisasi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia yang disingkat IPHI. IPHI merupakan organisasi kebajikan yang bersifat independen, berakidah Islam, dan berasaskan Pancasila. IPHI berkedudukan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia meliputi daerah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa, serta perwakilan di Luar Negeri.

Persaudaraan Haji atau IPHI merupakan wadah berhimpun para alumni haji dari seluruh wilayah Indonesia yang bersifat permanen dan terorganisasi dengan visi, misi, dan program yang jelas serta prinsip-prinsip keorganisasian dan kepemimpinan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setiap lima tahun sekali, IPHI melakukan evaluasi dan penyegaran organisasi secara demokratis di semua tingkat kepengurusan, baik yang terkait dengan program maupun kepemimpinan sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat, sebagaimana diatur dalam Mukadimah serta Ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPHI.

Lambang organisasi IPHI adalah gambar Ka'bah dengan dua menara masjid yang dilingkari rantai berwarna kuning emas dan bertuliskan tulisan IPHI di bagian bawah. Makna lambang tersebut adalah: (1) Ka'bah bermakna arah ketaatan umat Islam kepada Allah SWT sebagai pusat ibadah Haji yang berada di kota suci Mekah; (2) Dua Menara Masjid bermakna dua kalimat syahadat serta Rukun Islam dan Rukum Iman; (3) Rantai berwarna kuning emas bermakna persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan tujuan IPHI; (4) Warna hijau bermakna kemakmuran serta kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh ummat Islam pada umumnya, dan anggota IPHI dalam khususnya; (5) Warna hitam bermakna kokoh dan konsisten (istiqomah) dalam menjalankan ibadah; (6) Warna kuning keemasan bermakna kebangkitan umat Islam bagi kemaslhatan seluruh umat Islam; (7) Warna putih bermakna kesucian dan ketulusan dalam mewujudkan tujuan IPHI; (8) Keseluruhan simbol terakumulasi dalam ikon IPHI yaitu "Haji Sepanjang Hayat" yang bermakna pengamalan nilai-nilai haji selama hidup sebagai implementasi dari haji mabrur.

SEJARAH KELAHIRAN

IPHI didirikan pada tanggal 24 Sya'ban 1410 H bertepatan dengan tanggal 22 Maret 1990 di Jakarta oleh Muktamar organisasi-organisasi persaudaraan haji, di akhir penyelenggaraan Muktamar yang berlangsung pada tanggal 22-24 Sya'ban 1410 H bertepatan dengan tanggal 20-22 Maret 1990 untuk waktu yang tidak ditentukan. Sebelumnya, pada sekitar tahun 1980 telah terlebih dahulu berdiri Organisasi Persaudaraan Haji (ORPEHA) di berbagai daerah yang kemudian menjadi cikal bakal yang memprakarsai berdirinya organisasi IPHI. Bahkan secara historis sesungguhnya sejak abad ke-19 dan ke-20, jama'ah haji Indonesia telah membentuk komunitas muslim Nusantara secara solid di kawasan Timur Tengah, baik di Mekah, Madinah, Jeddah, Hijaz, maupun juga di Hadramaut Yaman.

Pada awal berdirinya hingga penyelenggaraan Muktama II pada tanggal 13-16 September 1993 di Jakarta, organisasi IPHI berstatus sebagai Badan Koordinasi yang hanya mengkoordinasikan keberadaan organisasi persaudaraan haji, baik di pusat maupun di daerah. Namun pasca Muktamar II tersebut hingga saat ini, status IPHI berubah menjadi organisasi yang bersifat vertikal, koordinatif, konsultatif, dan instruktif, dengan ruang lingkup nasional.

VISI DAN MISI IPHI

Visi IPHI adalah meningkatnya implementasi haji mabrur di tengah-tengah masyarakat sehingga tercapai kondisi umat dan bangsa yang sejahtera lahir dan batin. Misi IPHI adalah memberdayakan para haji dalam melestarikan kemabruran hajinya menjadi teladan, panutan, dan pilar peningkatan kualitas umat dan bangsa Indonesia.

TUJUAN IPHI

Tujuan IPHI adalah untuk memelihara dan mengupayakan pelestarian haji mabrur, guna meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan bangsa dan negara yang diridhoi Allah SWT.

TUGAS IPHI

Pertama adalah penerimaan, bimbingan, penyuluhan dan penerangan kepada calon jamaah haji dimaksudkan agar para calon haji memahami dengan sunguh-sungguh bahwa kewajiban menunaikan ibadah haji adalah hanya sekali dalam seumur hidup dan harus memahami Manasik Haji, yakni tatacara atau latihan ibadah haji. Kedua adalah Bimbingan, penyuluhan dan penerangan pasca haji dimaksudkan agar setiap alumni haji dapat terus merawat esensi haji dalam kehidupan pasca pelaksanaan Ibadah Haji hingga akhir hayat.

FUNGSI HAJI

Pertama adalah sebagai wahana menghimpun potensi para haji Indonesia, penyerap dan penyalur aspirasi umat. Kedua adalahsebagai organisasi kemasyarakatan untuk mensukseskaan program pembangunan bangsa. Ketiga adalah sebagai sarana untuk mempererat ukhuah Islamiyah sesama umat.

STRUKTUR ORGANISASI DAN KEPENGURUSAN IPHI

Organisasi IPHI merupakan organisasi yang mempunyai ruang lingkup nasional dan berjenjang dari pusat hingga daerah, serta berpotensi untuk dikembangkan hingga ke luar negeri. Susunan organisasi IPHI terdiri atas: Tingkat Pusat, Tingkat Provinsi, Tingkat Kabupaten/Kota, Tingkat Kecamatan, dan Tingkat Kelurahan/Desa sebagai satuan terbawah, serta Perwakilan Luar Negeri. Kepengurusan IPHI terdiri atas:

  1. Pengurus Pusat (PP) untuk tingkat Nasional, berkedudukan di Ibukota Negara;
  2. Pengurus Wilayah (PW) untuk tingkat Provinsi, berkedudukan di Ibukota Provinsi;
  3. Pengurus Daerah (PD) untuk tingkat Kabupaten/Kota, berkedudukan di Kabupaten/Kota;
  4. Pengurus Cabang (PC) untuk tingkat Kecamatan, berkedudukan di Kecamatan;
  5. Pengurus Ranting (PR) untuk tingkat Kelurahan/Desa, berkedudukan di Kelurahan/Desa; dan
  6. Pengurus Perwakilan Luar Negeri.

Demikian disampaikan Dr. H. Jalalussayuthy yang menjabat sebagai Wakil Ketua IPHI NTB pada acara pembukaan Rakerda IPHI Kota Mataram, Kamis (25/11/2021) @K. Ansori

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya