Telp : (0370) 623375

BIMTEK STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER MODEL SEKOLAH PERJUMPAAN BAGI GURU MA. AL-AZIZIYAH PUTRI KAPEK GUNUNGSARI

Lombok Barat – (Inmas) MA Al Azizyah Putri Kapek Kec. Gunungsari melaksanakan Bimbingan Teknis pendidikan karakter dilaksanakan hari Rabu dan Kamis tanggal 08 s.d 09 September 2021. Sebanyak 45 orang peserta berasal dari Dewan Guru MA Al Aziziyah Putri. Pada hari pertama kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pengawas Yayasan Ponpes Al Aziziyah TGH. Mahsun, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Barat H. Nasrullah, M.Pd, Guru Besar UIN Mataram Prof. Dr. H. M. Taufik, M.Ag sebagai narasumber, Pengawas MTs dan MA Kec. Gunungsari Dr. Abdul Hamid, S.Pd.I, M.Pd.I sebagai nara sumber, Ketua Yayasan Waqaf Gelar Hidup (YWGH) Vici Handalusia dan Tim Sekolah Perjumpaan (SP). Adapun materi bimtek ini, yaitu:

  1. Curah gagasan dalam rangka pengembangan prototype prilaku/lembaga
  2. Nilai manusia dan hubungan relasional perspektif filsafat
  3. Nilai manusia dan hubungan relasional perspektif psikologi islam
  4. Konsep Sekolah Perjumpaan sebagai teknologi pendidikan karakter di Madrasah
  5. Integrasi model pendidikan karakter dalam kurikulum Madrasah
  6. Curah gagasan dan deklarasi bersama

WhatsApp Image 2021-09-10 at 23.39.10.jpeg Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Nasrullah, M.Pd menyampaikan pentingnya Guru Madrasah untuk menjunjung tinggi lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu: Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab, dan Keteladanan. Lima nilai tersebut harus menjadi spirit aparatur kementerian Agama termasuk guru-guru yang ada di Madrasah. Untuk itu perlu upaya serius dan berkesinambungan dalam rangka mewujudkan lima nilai tersebut salah satunya melalui kegiatan bimtek strategi pendidikan karakter ini”, jelasnya. Poto

WhatsApp Image 2021-09-10 at 23.37.29.jpeg Sementara itu, Pengawas Madrasah sekaligus pengawas bina MA. AL Aziziyah Putri Dr. Abdul Hamid, S.Pd.I, M.PdI dalam sambutan singkatnya mengatakan, “bahwa kegiatan kita inisiasi dan laksanakan sebagai bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Pengawas Madrasah, yaitu melakukan pembimbingan profesionalitas guru, mengingat guru adalah tugasnya sebagai seorang Pendidik tentu memerlukan kemampuan yang holistic baik kemampuan pedagogic maupun kemampuan personality. Karena berbicara Pendidik tentu guru harus memiliki kemampuan husus karena menyangkut merubah prilaku manusia sehingga diharuskan memiliki kemampuan mengelola dimensi hati”. Ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Abdul Hamid mengatakan, kegiatan bimtek strategi pendidikan karakter model Sekolah Perjumpaan yang dilaksanakan selama dua hari ini diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran karakter yang dapat diterapkan oleh guru madrasah kita, karena isu penting dari model Sekolah Perjumpaan ini adalah bagaimana individu mampu bertindak sesuai dengan kesadaran sosial dan kesadaran ketuhanan yang dimilikinya, karena tindakan manusia itu tidak bersipat kausalitas bahkan mekanik (kesadaran biologis), seperti: marah, reaktif, dusta, bullying, hoaks dll. namun tindakan manusia bersipat akausalitas yaitu tindakannya berdasarkan norma, seperti: memaafkan, sabar, jujur, menghargai dan sikap-sikap terpuji lainnya. sehingga strategi pendidikan karakter semestinya mengarah dan melatih dalam dimensi ini. Untuk itu, setelah diadakannya kegiatan ini, kami selaku pengawas akan terus mengawal pelaksanaannya dalam bentuk refleksi yang akan dilaksanakan 1 kali dalam 2 minggu. Jelasnya.

Editor: Humas Kemenag Lobar

share:

Tinggalkan Komentar Anda

Berita Lainnya